Back To Top

Dapodik 2013 Diambang Kegagalan?

Selamat Datang Di Website Info Guru dan Pendidikan Terbaru
Sedari awal aplikasi dapodik 2013 memang bermasalah, aplikasi yang belum sempurna namun sudah diluncurkan. Bisa kita amati dari update patch yang dilakukan pihak pengembang setiap bulannya. Selain itu kualitas dan kuantitas server yang kurang memadai juga menjadi kendala saat sinkronisasi/pengiriman data dapodik ke server pusat. Sehingga banyak operator yang galau gara-gara aplikasi "premature" ini.



program aplikasi dapodik 2013 diambang kegagalan, benarkah? penyebab dapodik 2013 gagal. saatnya mengibarkan bendera putih untuk dapodik 2013
kegagalan aplikasi dapodik 2013



beberapa hari yang lalu pimpinan pengembang dapodik lewat akun facebooknya di grup pendataan pusat menelorkan status yang isinya
" ... batas waktu pengiriman data dapodikdas 2014 semester 2 akan di perpanjang sesuai dengan kebutuhan transaksional masing-masing unit kerja di lingkungan ditjen dikdas, (Dit.PSD, Dit.PSMP,Dit. P2TK dikdas, PKLK dikdas). kebutuhan data untuk pencairan tunjangan profesi guru menurut jadwal p2tk dikdas adalah akhir bulan februari. Mengingat kendala sinkronisasi dikarenakan lonjakan traffic sync yang sangat tinggi akhir-akhir ini, diharapkan sekolah yang datanya sudah valid dan sesuai di web infopendataan tidak melakukan sinkronisasi kembali. Sedang diupayakan optimasi sinkronisasi di bagian server ..."

Jika dilihat dari status di atas bisa dimaknai alias ditafsirkan begini:


Kami (Tim Dapodik) tidak lagi membatasi jadwal sinkronisasi DAPODIK. Karena penentuan batas waktu sinkronisasi DAPODIK tanggungjawabnya telah dialihkan ke unit kerja lain yang membutuhkan data dari DAPODIK. Sisi lain apakah kondisi datanya lengkap, valid/invalid juga terserah penilaian dari unit lain tersebut.

Kami kesulitan mengendalikan sekolah untuk terus menerus sinkronisasi ke server pusat sehingga beban pada server pusat menjadi berat dan berdampak sering down. Beragam cara sudah kami coba solusikan namun masih belum terselesaikan juga masalahnya, kami masih mencoba bertahan mencari solusi lain namun kali ini tidak ada jaminan kapan dapat terselesaikan.

Demikian harap dapat dimaklumi adanya.

Muncul pertanyaan, apakah dapodik 2013 diambang kegagalan, Bisa jadi. Sejak aplikasi dapodik 2013 diluncurkan Oktober 2013 hingga Februari 2014 ini  permasalahan terkait dapodik  selalu saja muncul. Terutama saat sinkronisasi dan aplikasi yang njelimet. Sinkronisasi yang betul-betul bisa dipahami hanya di versi 2.05, setelah update ke versi 2.06 malah semakin membingungkan operator.

Bagaimana realisasi tunjangan profesi, tunjangan khusus, tunjangan fungsional yang rencananya data akan diambil dari server P2TK dan data sinkronisasi dapodik? Jika melihat kondisi seperti saat ini, pesimis rasanya hal ini bakal terwujud dalam waktu dekat. Untuk mengecek data PTK di lembar info guru saja sulitnya bukan main untuk mengaksesnya, belum lagi data yang ditampilkan berbeda dengan aplikasi dan sinkronisasi.

Saat ini sudah diluncurkan Aplikasi BSD yaitu aplikasi Back up dapodik yang hasil back upnya harus diserahkan ke OP tunjangan Kabupaten. silakan buka di sini.

Ach sudahlah Anda operator sudah tahu segala macam permasalahan di dapodikdas 2013 ini.



Jika bermanfaat Silakan share di FB, Tweet maupun GPlus. Berikan saran, pendapat, kritik ataupun pertanyaan di blog ini lewat komentar Facebook atau Google



7 komentar

Heeeem semua susah tetapi aturan tetap aturan dari pusat ,kegagalan server mungkin ada penyebabnya ,jk ops disalahkan kita harus bangkit tunjukan hasil ops bahwa sistem aplikasi 2013 tdk dpt dijadikan acuan

gagal produk membuat gerah para operator sekolah, setuju kelinci percobaan

setelah donload BSD.exe dapodikdas 1 kok gak bisa di buka. trus gimana ini caranya ya....? mohon bantuannya ya.........@

Caranya berdo'a semoga dapat insentif entry dapodik yg lebih dari cukup, bagi kepala dinas yang menghalang2i tunjangan entry dapodik laporkan sebab kemungkinan yg dapat cuman Ops Honorer bukan PNS

ada ketidak syncronan antara data di lapor tunjgan dikdas/info ptk dengan data lokal ataupun d server pusat.... ....kalo tidak percaya cek setelah berhsil sycron... cek di progres pengiriman server pusat ,,, klo sama jgan senang dlu..belum tentu di info ptk sama... jd,,, yg mana ini yg jd pedoman valid tdknya ( data di info ptk/lapor tunjangan dikdas atau data di dapodik pusat/progress pngiriman) ......... kalo saran saya sih mending sperti dapodik 2012,,, kasian ops di uber2 guru/ptk kalo gk valid.. sdgkn mereka guru/ptk sebagian atau bnyak tidak tau mengenai server /dapodik.. tp kalo dah cair apakah mereka ingat k opsnya???...

Saya turut prihatin, dengan adanya hajat besar nasional program dapodik ternyata penanganannya kurang profesional sehingga tidak optimal terlalu terburu2 diorbitkan sebelum mencapai ketuntasan minimal, padahal di negeri ini banyak pakar2 programmer kita. Hanya membuat kerugian orang banyak apalagi seringnya ganti2versi yang terlalu cepat seolah2 tanpa pratinjau/tester kelayakan progam dulu.
Contoh minimal kelayakan bahwa program ini belum memiliki validasi penginputan data secara layak untuk mencegah operator melakukan kekeliruan input seperti operator memasukkan NPSN atau NIK yg sama/kembar dgn data sebelumnya ternyata tidak adanya index/seek/found sbg warning perangkap data kembar yg mengakibatkan adanya data kembar pada field data yg logis (NPSN/NIK primary key). Seorang programmer pasti tidak akan melewatkan index/seek/found nilai logika sbg pengaman data input. Verbal warning tidak jelas/tdk familiar dlm menerangkan kesalahan pengguna seperti : ” Gagal menyimpan PesertaDidikLongitudinal (kolom Peserta Didik harus diisi)”, tampilan scroll layar record siswa yg kurang informatif seandainya ada lebih dari 40 record baris/halaman karena display berikutnya diganti dgn no.halaman dll, contoh lainnya ketika kami mengisi “waktu tempuh sekolah” ternyata hanya bisa disave ketika diberikan nilai 5,6, jika lbh dari 6 spt 10,15,20 dst… tidak bisa di saved/tidak ada respon logika pesan bahwa “data pesertaLongitudinal berhasil dibuat”, bawaan beban aplikasi yg cukup merepotkan memory, dan flowchart yg bertele2, ketika baru selesai men saved pembelajaran rombel setiap untuk menambahnya kembali selalu muncul layar putih shg menu tidak tampak akibatnya mempersulit pengguna. Walau saya awam thd pemrograman, tapi saya tahu secuil tujuan dibuatkannya program oleh seorang programmer diantaranya untuk memudahkan pekerjaan operator/pengguna agar dpt menyelesaikan pekerjaanya dgn optimal, oleh karena itu program harus bersifat validatif, komunikatif, bersifat meminimalisir kesalahan, mudah digunakan, verbal menu yg komunikatif, interaktif, prosesnya efisien thd waktu, tenaga, pikiran dan pelaporan yg tepat sasaran …..akibat terburu2 setiap ada penambahan fitur maka jika tdk ada penanganan yg maksimal biasanya terjadi confusion-pseducommand dan bukannya bertambah baik malah ……ya beginilah realitanya, pengguna sibuk dgn “patch”, data hilang, sibuk update versi, apalagi kasian klo operatornya udah bapak2 ibu2 yg udah banyak pikiran sementara laporan kudu selesai cepat….marilah kita jalin kerjasama yg baik antara pendesain program, kemdikbud dan ratusan juta operator indonesia agar hajat besar ini terselesaikan dgn baik kudu bersifat legowo tdk boleh sepihak, terbuka, tidak bersifat proyek/materi tapi kebersamaan untuk bangsa …..ikhlas….

pusat sudah tau kan jumlah skul di indo ada berapa.... berarti sudah tau juga mesti pake server yg seperti apa....
kyk jaman kul aja... pas pemrograman mata kul bisa dipastikan server down