Back To Top

7 Permasalahan Pendidikan di Indonesia

Selamat Datang Di Website Info Guru dan Pendidikan Terbaru Lembaga negara pengawas pelayanan publik, Ombudsman mengungkap setidaknya ada 7 permasalahan serius dalam dunia pendidikan Indonesia dimana permasalahan-permasalahan tersebut berdasarkan laporan masyarakat sejak 2011 hingga 2014.

7 Permasalahan Pendidikan di Indonesia
Anies Baswedan

Persoalan tersebut antara lain:
  1. Maraknya pungli saat proses PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru), tertutupnya sistem PPDB serta sistem kuota pelajar tiap sekolah.
  2. Permasalahan UN muncul dari pungli Try Out UN, kecurangan massal, pengamanan, dan kebocoran kunci jawaban
  3. Terkait Dana BOS (biaya operasional sekolah); Keterlambatan penyaluran Dana BOS penyimpangan dana, ketertutupan administrasi penggunaan dana BOS juga masih sering terjadi. Pembenahan terkait BOS yakni dengan menyederhanakan mekanisme pengajuan dana BOS dan pengenaan sanksi tegas terhadap pelaku penyimpangan dana
  4. Maraknya aksi kekerasan di sekolah, Ombudsman mengatakan, hingga kini, sanksi terhadap pelaku kekerasan masih tidak jelas dan tegas. Pengawasan oleh pihak sekolah pun masih dinilai lemah.
  5. Masih banyaknya pungutan liar dalam proses pendaftaran, keterlambatan, dan kekurangan pencairan Tunjangan Profesi Guru. Untuk itu, harus ada transparasi kriteria dan urutan para pendaftar sertifikasi guru, pengadaan layanan pengaduan dan penindakan atas perilaku pungli dalam sertifikasi.
  6. Pengesahan dan pemilihan pengurus komite masih sering dilakukan oleh kepala sekolah. Seharusnya ada pengawasan terhadap proses pemilihan pengurus komite sesuai dengan PP dan pengesahan komite oleh kepala dinas.
  7. Masalah Kurikulum 2013. Antara lain distribusi buku yang belum merata serta  guru yang mengikuti pelatihan kurikulum 2013 masih minim.
7 hal persoalan di atas diungkapkan oleh Anggota Ombudsman Bidang Penyelesaian Laporan, Budi Santoso yang akan diteruskan kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.


Jika bermanfaat Silakan share di FB, Tweet maupun GPlus. Berikan saran, pendapat, kritik ataupun pertanyaan di blog ini lewat komentar Facebook atau Google