Back To Top

5 Derita PNS di 2015

Selamat Datang Di Website Info Guru dan Pendidikan Terbaru Bergantinya penguasa (pemerintah) maka berdampak pula terhadap aparat pemerintahannya baik dari kesejahteraan maupun dalam hal kinerja. PNS selama ini barangkali dimanjakan dengan berbagai macam fasilitas, gaji yang lumayan termasuk berbagai macam tunjangan dan insentif.

5 perubahan mendasar terhadap PNS diera pemerintahan Jokowi JK tahun 2015
pns image by merdeka.com

Dilansir dari merdeka.com setidaknya ada 5 perubahan mendasar yang akan dilakukan oleh pemerintahan Jokowi JK

1. Tidak ada kenaikan gaji di 2015

Eko Prasodjo , Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) menuturkan, dalam UU Aparatur Sipil Negara (ASN), kenaikan gaji dinilai berdasarkan kinerja. Mekanisme kenaikan gaji PNS tidak sama dengan yang diberlakukan tahun-tahun sebelumnya.

Eko menjelaskan, kenaikan gaji berdasarkan kinerja akan diatur dalam aturan turunan UU ASN dalam bentuk Peraturan Pemerintah (PP). PP ditargetkan akan rampung tahun ini dan melunturkan rencana kenaikan gaji.

2. Anggaran Perjalanan Dinas dipangkas

Seperti diketahui, biaya perjalanan dinas PNS, rapat dan agenda yang terbilang bolos, termasuk anggaran yang lumayan membebani anggaran negara. Anggaran birokrasi akan dipangkas dan akan dialihkan ke sektor yang lebih membutuhkan.

3. Pensiun Dini bagi PNS yang tidak kompeten

PNS yang dianggap hanya membebani negara akan dipensiunkan dini. Rencana ini sudah dipersiapkan oleh Kemenpan RB

4. PNS kehilangan Jabatan/Nasib tidak jelas

Rencana perampingan kementerian akan berdampak pada PNS yang kehilangan jabatan

5. Hari Sabtu/Minggu tidak Libur

Usulan dari Organisasi Kemasyarakatan sayap Partai Kebangkitan Bangsa, yakni Dewan Koordinasi Nasional Garda Bangsa meminta PNS tetap masuk pada sabtu/minggu. Ini disampaikan pada tim transisi pemerintahan Jokowi JK.

Bagaimana Anda yang PNS, sudah siap?


Jika bermanfaat Silakan share di FB, Tweet maupun GPlus. Berikan saran, pendapat, kritik ataupun pertanyaan di blog ini lewat komentar Facebook atau Google



4 komentar

Jika terjadi di tahun 2015, kenaikan gaji bagi PNS berdasarkan kinerja, sebenarnya kinerja apa yang diinginkan tidakkah dalam setiap organisasi sudah punya tupoksi masing masing, mulai dari presiden sampe dengan orang rendahan, kinerja berdasarkan sistem on line yang berkacamuk sekarang, rupanya hanya suatu hal yang manusia diberdayakan robot robot yang mengharuskan manusia tunduk pada sistem program yang ada...taruhlah sistem yang ada di padamu negeri..untuk guru..nuptpk..dapodik dan segala macamnya...membuat ketidak berdayaan sekuntum manusia yang jauh dari sistem itu, nilai dan norma tiada lagi...guru hanya sibuk on line cari datanya, cari signal bagus..beli laptop....dsb....padahal gajinya hanya seberapa...mau naik pangkat harus ada PTK..waktu minimalnya juga 4 tahun...kinerja apanya yang dicari..kasian nasib guru begitu juga pns ,lalu sabtu minggu akan dijadikan hari kerja...wahhhhhhh repotnya ngurus indonesia ini...Haiiiiiii Indonesia....jadikan Hatimu yang detail pemimpin, sikronkan dengan otak... jangan hanya sepenggal...Jikalau indonesia dikatakan hebat jika PNS nya sejahtera sebagaimana presidennya dan aparatnya apatah lagi rakyatnya.... kepada seluruh dunia pegawai negara..... jangan biarkan dizholimi on line server bekicot itu...yang tiada tempat komplainnya..hanya Fb tak ada jawaban tepat....

Begitulah Indonesia..makin tahun gak tambah baik...banyak yg menyuarakan sok suci anti korupsi nyatanya...malah jadi alap-alap burung pemakan bangkai bangsanya sendiri....mengharukan sekali negara ini...mau jadi apa kalau diteruskan mendukung program kayak gituan

sekalian hari raya besar agama islam seperti idul fitri dan idul adha juga masuk kerja tdk usah libur lagi

Seharusnya utamakan pada poin 3 saja dulu.