Back To Top

Tips, Pertanyaan & Permasalahan Aplikasi SIM PMP 1.2

Selamat Datang Di Website Info Guru dan Pendidikan Terbaru Aplikasi SIM PMP merupakan aplikasi terbaru Ditjen Dikdasmen yang berisi materi pertanyaan kuesioner bagi Sekolah, Guru, siswa, pengawas serta komite sekolah.

Aplikasi ini berjalan bersama-sama aplikasi Dapodik 2016. Interface atau tampilan mirip dengan dapodik serta menggunakan username dan password yang sama pula dengan dapodik untuk loginnya.

Dari pengalaman dan pendalaman (walaupun kurang daleman) seiprit alias 2 hari admin mengutak utik Aplikasi ini dapat admin paparkan beberapa tips dan hal penting serta permasalahan yang kiranya menjadi perhatian operator dan pengembang aplikasi.

1. Aplikasi berjalan "lambat".

Saya katakan lambat karena.... pertama, pilihan jawaban lambat munculnya. Kedua, saat kita membuka/klik "pertanyaan selanjutnya". Daaaaaaan Tidak semua pertanyaan langsung muncul. Kita diharuskan mengeklik "Pertanyaan Selanjutnya" tadi, baru deh terbuka pertanyaan lanjutannya. Itupun per 5 pertanyaan, gak sekaligus.


Barangkali ini disengaja oleh pengembang agar pengguna kuesioner tidak tergesa-gesa mengerjakan.
Atau apakah ini karena pengaruh dari admin yang kerja sambil facebookan dan browsingan, Bisa iya bisa tidak, coba aja sendiri dah. hehehe


2. Pertanyaan sangat banyak.

Setiap guru memuat sebanyak 496 pertanyaan kuesioner, yang terbagi 2 pilihan jawaban, check box (kotak) untuk pilihan jawaban lebih dari satu, dan radio button (bulat) untuk pilihan hanya satu jawaban.
Terkait dengan nomor 1, akan muncul pertanyaan, kira-kira berapa lama mengerjakan satu orang guru/pengguna? Yang pasti membosankan. prediksi admin mungkin butuh 4-5 jam bahkan lebih untuk 1 guru jika dilakukan secara terus menerus.

Siapa yang harus mengerjakan? Bisa saja guru sendiri, namun melihat banyaknya menu, membutuhkan waktu pengisian kuesioner yang lebih lama. Bagaimanapun, jika guru dipaksakan mengerjakan kuesioner aplikasi PMP ini, itupun wajib didampingi operator dan dijamin waktu mengajarnya akan tersita.

Jalan terbaik ya tetap operator yang mengerjakan kuesioner di waktu senggang atau lembur (bisa minta uang lembur nih...). Bagaimana dengan siswa? Jumlah pertanyaan sih lebih sedikit 191 poin, namun wajib menyelesaikan kuesioner paling sedikit 30 orang siswa. Weeew....


3. Dibutuhkan ketelitian ekstra dalam mengerjakan kuesioner.

Dengan banyaknya menu dan pertanyaan, kemungkinan pertanyaan terlewat bisa saja terjadi. Dalam tampilan pengguna guru dan operator tidak diketahui pertanyaan mana saja yang terlewat, (hanya tampil persentase). Selain itu tidak ada peringatan yang muncul jika ada pertanyaan yang terlewat.

Padahal kalau semua pertanyaan belum terjawab, belum bisa mengirim. #Waluh_bajarang deech...
Bisa dibayangkan betapa repotnya kalau kita harus membuka satu persatu untuk menjawab pertanyaan yang terlewat tadi.


Pada akhirnya operatorlah yang bertanggung jawab terhadap isian aplikasi ini.


Kapan batas akhir pengisian kuesioner aplikasi PMP?

Belum diketahui dengan pasti mengingat SOP dan juknisnya pun belum ada diterbitkan. Kalau ada yang mengatakan tanggal 15 September 2016, ah rasanya omong kosong.

Aplikasi PMP ini dimanfaatkan oleh LPMP propinsi dan  tanggung jawab utama mereka dalam hal sosialisasi, pelatihan dan lain-lain. Selain itu sangat penting untuk berkoordinasi dulu dengan pengawas sekolah dan komite sekolah dalam pengisian aplikasi ini.

Jika operator mau memulai kerja, ya silakan saja mulai menginstal dan mengetahui seluk beluknya. Kerjakan dulu kuesioner sekolah yang formulir kuesionernya telah diisi oleh kepala sekolah.

Berapa orang yang harus mengisi kuesioner?


Melihat aplikasi yang admin kerjakan, Guru yang wajib mengisi kuesioner ada 6, siswa sebanyak 30 orang, Kepala Sekolah 1, 1 Orang pengawas. Komite sekolah saya tidak tahu persis bisa 1 atau lebih. (yang admin tebalin hurufnya tunggu koordinasi aja)


Aplikasi PMP ini apakah juga untuk PAUD?

Aplikasi PMP yang ada sekarang dibuat oleh Ditjen Dikdasmen yang pengerjaannya harus bersama-sama dalam satu komputer yang ada aplikasi dapodik dasmen, tentunya digunakan oleh sekolah di lingkungan pendidikan dasar dan menengah saja.

Tingkatan PAUD tidak akan bisa mengerjakan. Masalah apakah nanti di tingkat PAUD ada atau tidak aplikasi serupa, barangkali bisa ditanyakan ke pihak Ditjen PAUD-DIKMAS atau pengembang Dapodik PAUD DIKMAS.

Bagaimana cara mengerjakan kuesioner Komite sekolah dan Pengawas Sekolah? 
Untuk mengerjakan kuesioner pengawas dan komite sekolah, Operator Sekolah wajib membuatkan akun pengguna baru pada Menu Manajemen Pengguna, Caranya Silakan buka artikel Cara Mengerjakan dan Mengisi Aplikasi SIM PMP

Apakah aplikasi bisa dan perlu diperbaharui? 

Ya. Tersedia menu untuk perbaharuan aplikasi PMP, tentunya harus seiring dengan pembaharuan aplikasi dapodik. Saat ini Aplikasi SIM PMP yang ada versi 1.2  kompatible dengan aplikasi Dapodik 2016a

Saran admin, kerjakan dan selesaikan saja lebih dulu dapodik, verval PD yang rasanya lebih penting, kalau sudah bekurang bebannya baru deh lanjut maksimal ke aplikasi PPKN eh PMP.  Kalau kerja selesaikan satu Menu dulu, misalnya Hasil Belajar, klik semua Submenu A1 selesaikan, Simpan. lalu lanjut ke menu selanjutnya hingga sampai A9. Selesai 1 menu, barulah pindah ke menu lainnya. Ini bertujuan agar masalah seperti poin nomor 3 tidak terjadi pada operator.

Nah demikian beberapa hal penting serta tips yang dapat admin berikan dalam mengisi aplikasi SIM PMP berikut permasalahan yang admin anggap lumayan merepotkan operator.
Salam Ribuan Data. Capek ya cari duit. 





Jika bermanfaat Silakan share di FB, Tweet maupun GPlus. Berikan saran, pendapat, kritik ataupun pertanyaan di blog ini lewat komentar Facebook atau Google